Sunday, January 14, 2018

Milyarder asal Tiongkok Jack ma


Jack Ma berasal dari keluarga miskin di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi communist dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya kedua di negerinya.

”Aku menjalani hidup yang pahit,” kata Jack, bernama asli Ma Yun, pada Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Januari 2015. ”Saya juga bukan dari keluarga berada dan berkuasa,” lanjutnya.

Lahir di zaman komunisme yang kaku membuat Jack terbiasa dengan kehidupan keras. Jack hidup normal sebagaimana anak-anak lain di Hangzhou, sekitar dua ratus lima puluh kilometer di sebelah barat Shanghai. Hangzhou adalah kota kebudayaan dengan kehadiran pelancong asing.

Jack mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris di Hangzhou. Para siswa senang dengan cara Jack mengajar. Sewaktu kuliah, dia memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sebagai pemandu gratis bagi pelancong. Dengan sepeda, dia menghampiri hotel yang ramai turis untuk mempraktikkan ilmunya. Dari peran ini, Jack memiliki sahabat pena yang kesulitan melafalkan nama Ma Yun sehingga lalu memanggilnya ”Jack”.

Kemampuan bahasa Inggris memberi Jack peluang berkunjung ke Amerika Perkumpulan di tahun 1995. Ketika itu, ia diminta menjelajahi dunia lewat dunia maya yang baru muncul. ”Tak, tidak, tidak,” katanya, lantaran komputer barang mahal dan dia tak paham.

Jack tetap diyakinkan untuk mencoba. ”Pertama kali, saya mencari bir. Asal Tiongkok, namun tak satu  pun ada produk bir dari tiongkok

Kembali ke Tiongkok, jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet ditawarkan oleh jack bekerja di kementerian luar negeri dengan. Bukan tipe karyawan negeri dengan birokrasi berbelit-belit, ia mundur dari pemerintahan. Pada 1999, bareng rekannya, ia merintis situs bernama Alibaba, yang mempertemukan pembeli dan penjual produk di semua dunia. Dia terinspirasi situs Amazon. Belajar dari situs lelang e-Bay, ia mendirikan Taobao. Pengaruh Google menginspirasinya membuat mesin pencari berbahasa Mandarin.

Jack seorang periang dan punya banyak teman. Istrinya, dulu kawan di kampus, Zhang Ying, turut mendukung. Jaringan dan persahabatan membuatnya meraih dukungan mewujudkan ide perdagangan virtual. sulit pada mulanya, Alibaba tak menghasilkan uang di 3  tahun pertama. Tapi, Jack optimistis bakal hasil gede. Ini hanya soal waktu.

Saat perusahaan-perusahaan dunia maya menggelembung, kemudian meletus tahun 2002, Alibaba bertahan. Jack merupakan pilar daya tahan. Terhadap mitra-mitra kerja di tahun 1999, ia bilang, ”Kita mesti yakin ini jalan, namun wajib kerja keras.”

Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan untuk jual beli produk, namun malah ditertawakan. Dia lantas menengok banyak perusahaan skala menengah dan tidak besar yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional. Kalangan ini menyambut Jack walaupun mulanya seluruh jasa gratis.

Situs Alibaba perlahan-lahan membuat banyak orang beruntung. ”Saya pernah makan di sebuah restoran di AS. Sebab Alibaba, sampai saat membayar, saya diberi tahu petugas restoran, saya sudah dibayari satu perusahaan yang berhasil menjual produk Kali ini tidak free. Berhasil Alibaba tersebar. Jerry Yang, kelahiran Taiwan tahun 1968, salah satu pendiri Yahoo!, Goldman Sach, dan SoftBank (perusahaan Jepang), menaruh kepercayaan. Alibaba melejit dengan moto melayani konsumen.

Yan Anthea Zhang, profesor strategi manajemen dari Rice University, AS, mengatakan, sukses Alibaba terletak pada ketersediaan beragam produk dan kecanduan konsumen berbelanja karena merasa nyaman. Lewat Alibaba, ada delapan ratus juta transaksi di seluruh dunia per hari.

No comments:

Post a Comment